Peribahasa "Bagaikan Katak Dalam Tempurung" mungkin sudah sangat familiar di telinga kita semua, yang berarti seseorang yang wawasannya kurang luas, bodoh, picik. Atau orang seperti ini penglihatannya tidak luas, luasnya bagaikan luas tempurung.
Nah, bagaimana jika "Bagaikan Kutu Dalam Tempurung"? jika katak mungkin luasnya penglihatan masih bisa diukur dan diketahui, namun jika kutu didalam tempurung akan susah diketahui karena seolah - olah berfikir jauh namun ternyata masih disitu - situ aja.
begitu juga kita memaknai perjalanan dakwah di kampus yang dilakukan. Kita sering terjebak dengan romantisme sejarah dakwah kampus dari masa ke masa. Namun adakalanya kita seperti melupakan begitu saja sejarah yang terjadi di ranah dakwah kampus.
Kita jarang menganalisa, jarang mengkaji, jarang mengevaluasi dan jarang berfikir kreatif, padahal hampir semua mengatakan bahwa fase dakwah 2000-an beda dengan sekarang namun masih saja menggunakan pola 2000-an.
Sedikit sekali melihat inovasi dalam menyelenggarakan kegiatan - kegiatan yang dapat menarik minat mahasiswa yang sekarang ini fokus pada akademisnya.
Jarang melihat sejarah terkadang membuat kita seperti "kerbau dicucuk hidungnya" hanya manut dengan mengeluarkan statement legendaris "Kepengurusan tahun lalu juga seperti ini". Padahal kita sama sekali tidak mengkaji kenapa program itu ada, bagaimana keberhasilan programnya, dan apakah tahun berikutnya harus ada. BUDAYA KRITIS ITU HILANG
Contoh sederhana adalah bagaimana membaca sebuah LPJ yang setiap tahun disampaikan dalam kepengurusan. Sangat sulit ditemukan adanya aktivis yang membaca 3 periode LPJ untuk mengetahui perkembangan yang terjadi setiap tahunnya, apakah bidang A sukses atau stagnan, atau malah mundur kebelakang.
Semoga tulisan sederhana ini bisa memnatik daya kritis dan ilmiah para aktivis di kampus...
Selamat berkarya... (^_^)
=== ARTIKEL TERKAIT ===
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Artikel terbaru
Top 5 Postingan
-
Berbicara mentoring pastinya tak lepas dari tujuan dan sasaran yang akan dicapai. Pentingnya pemahaman para mentor akan tujuan dan sasaran...
-
Saudara syurgaku... Bagaimana tilawah dan qiyamulail diri selepas Ramadhan, adakah lidah-lidah tetap basah dengan lafadz-lafadz cinta-Nya....
-
Serial pemuda multi talenan dibuka dengan talent pertama yang sering kita temui di sekolah ataupun di kampus. Biasanya si doi adalah orang...
-
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku t...
-
Kita mengenal dalam da’wah ada yang tergolong ke dalam da’wah umum (publik) yang dilakukan dalam bentuk penyebaran Islam melalui buku, maj...
-
Banyak info yang kami dengar... Bahwa banyak diantara pejuang quran undur diri.. Entah mengapa?? Apakah sudah lupa akan kehidupan surga y...
-
Salam MANTAB MULIA, Bermanfaat, Bermartabat, Mulia ...!!! Sahabat ODOJku, Sadarlah ...!!! Sadarlah bahwa Allah menciptakanmu sebagai mak...
-
Hari ini tampak kegembiraan di masyarakat tatkala meyaksikan perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 70 tahun kemerdeka...
-
Bagi yang sering jual beli gadget di pesbuk pasti biasa kan denger yang namanya TL atau tukar loss,, atau yang biasa dikenal dengan bart...
-
Indonesia memang menjadi pasar paling potensial untuk meraih keuntungan pribadi walau dengan menghancurkan moral generasi mudanya. Mu...
Kategori
- Celotehan Ngasal ( 5 )
- Dakwah Kampus ( 1 )
- F4 ODOJ ( 10 )
- Kontemplasi Diri ( 13 )
- mentoring ( 3 )
- Serial Pemuda Multi Talenan ( 2 )
0 comments:
Post a Comment