Showing posts with label Kontemplasi Diri. Show all posts
Showing posts with label Kontemplasi Diri. Show all posts
Inilah salah satu keberkahan yang saya dapatkan di pagi jum'at yang penuh dengan kebaikan ini. Sebuah taushiyah pembakar semangat dikirimkan oleh sahabat seperjuangan. Gus Yus nama panggilannya.
Berikut isi dari taushiyah dari beliau
Wahai pemuda..
Sesungguhnya sebuah pemikiran yang akan meraih sukses adalah:
- Pemikiran yang diyakini dengan keimanan yang kuat,
- Terbentang keikhlasan dijalannya,
- Bersemangat untuk memperjuangkannya, dan
- Siap berkorban untuk mewujudkannya.
Keempat inilah energi kemenangan yang asasi; Iman, Keikhlasan, Semangat, & Amal sebagai karakter pemuda.
Sesungguhnya,
- Dasar keimanan adalah hati yang cerdas
- Asas keikhlasan adalah nurani yang jernih
- Fondasi semangat adalah perasaan yang menggelora
- Pijakan amal adalah kemauan yg kuat.
Dan itu tidak terdapat kecuali dlm diri para pemuda.
(Dari Risalah Ilasy-Syabaab "Seruan Untuk Pemuda", yang ditulis Imam Hasan Al-Banna pada tahun 1936 M)
Engkau pemuda..?
Bangkitlah, bersegera, dan terus bersemangatlah..
#SemangatKemerdekaan 👍
#Merdeka 💪
#AllahuAkbar ✊
Banyak info yang kami dengar... Bahwa banyak diantara pejuang quran undur diri.. Entah mengapa??
Apakah sudah lupa akan kehidupan surga yang tak berkesudahan lantaran merasakan semakin banyak amanah serasa menyesakkan...
Sibuk????
Berbahagialah bagi sesiapa yg disibukkan dalam kebaikan lantaran jk tidak kita akan disibukkan dg keburukan.
Lelah....???
Imam ahmad pun menyampaikan bahwa rehatnya para pejuang agama ini nanti di surga
Sebuah tulisan indah dari Rochma Yulika yang perlu jadi renungan kita bersama.....
Sahabat Surgaku....
Lelah itu membahagiakan bila kita berada di jalan kebajikan
Lelah itu membahagiakan bila kita berada di jalan kebenaran
Dan lelah itu membahagiakan bila kita melangkah bersama org2 yg beriman
Sabahat Surgaku...
Lelah itu indah bila kita berlelah di jalan dakwah
Lelah itu berkah bila kita berlelah tuk raih syahidah
Dan lelah itu ibadah bila kita berlelah tuk raih jannah.
Sahabat Surgaku...
Ikhlaskan diri LELAH mengembah AMANAH
Jangan biarkan ada celah SETAN untuk menjamah
Perjalanan hidup tak akan pernah lepas dari aral dan FITNAH
Maka siapkan diri jangan sampai LENGAH
Tetapkan hati untuk sentiasa ISTIQAMAH
Meski kadang GUNDAH jangan PANTANG MENYERAH
Hanya pada ALLAH kita berserah
Yakinlah pasti kan dapat meraih JANNAH
Apakah sudah lupa akan kehidupan surga yang tak berkesudahan lantaran merasakan semakin banyak amanah serasa menyesakkan...
Sibuk????
Berbahagialah bagi sesiapa yg disibukkan dalam kebaikan lantaran jk tidak kita akan disibukkan dg keburukan.
Lelah....???
Imam ahmad pun menyampaikan bahwa rehatnya para pejuang agama ini nanti di surga
Sebuah tulisan indah dari Rochma Yulika yang perlu jadi renungan kita bersama.....
Sahabat Surgaku....
Lelah itu membahagiakan bila kita berada di jalan kebajikan
Lelah itu membahagiakan bila kita berada di jalan kebenaran
Dan lelah itu membahagiakan bila kita melangkah bersama org2 yg beriman
Sabahat Surgaku...
Lelah itu indah bila kita berlelah di jalan dakwah
Lelah itu berkah bila kita berlelah tuk raih syahidah
Dan lelah itu ibadah bila kita berlelah tuk raih jannah.
Sahabat Surgaku...
Ikhlaskan diri LELAH mengembah AMANAH
Jangan biarkan ada celah SETAN untuk menjamah
Perjalanan hidup tak akan pernah lepas dari aral dan FITNAH
Maka siapkan diri jangan sampai LENGAH
Tetapkan hati untuk sentiasa ISTIQAMAH
Meski kadang GUNDAH jangan PANTANG MENYERAH
Hanya pada ALLAH kita berserah
Yakinlah pasti kan dapat meraih JANNAH
Ibnu Abbas ra menasihati kepada kita,"Mengunyah garam dalam sebuah jama'ah masih lebih baik dari pada memakan puding dalam perpecahan."
"Sungguh tiap mukmin itu bersaudara."
Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman.
Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh.
Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan.
Saat kebaikan justru melukai.
Sesungguhnya yg rusak bukanlah ukhuwah. Tapi iman-iman kita sedang sakit.
Mari kita waspadai jebakan setan hingga melemahkan keimanan.
Hingga menghancurkan persaudaraan.
Hingga merusak indahnya kebersamaan.
Hingga hadirnya perpecahan.
Mu'awiyah Ibnu Sufyan menasihati, "Meski yang menghubungkanku dengan orang lain hanya seutas benang, maka akan kujaga jalinannya. Bila ia mengendurkan aku akan mengencangkan, dan bila ia mengencangkan aku akan mengendurkannya hingga tak putus ikatannya.”
Indahnya ukhuwah...
Yang jauh makin mendekat.
Yang dekat semakin erat.
Hati pun makin terikat.
Indahnya kebersamaan ini mari kita jaga hingga akhir nanti.
Bahu membahu mengusung amanah untuk raih mulia di kehidupan abadi.
Semoga kekal di kehidupan tiada bertepi.
Wallahu musta'an
Oleh: Rochma Yulika
"Sungguh tiap mukmin itu bersaudara."
Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman.
Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh.
Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan.
Saat kebaikan justru melukai.
Sesungguhnya yg rusak bukanlah ukhuwah. Tapi iman-iman kita sedang sakit.
Mari kita waspadai jebakan setan hingga melemahkan keimanan.
Hingga menghancurkan persaudaraan.
Hingga merusak indahnya kebersamaan.
Hingga hadirnya perpecahan.
Mu'awiyah Ibnu Sufyan menasihati, "Meski yang menghubungkanku dengan orang lain hanya seutas benang, maka akan kujaga jalinannya. Bila ia mengendurkan aku akan mengencangkan, dan bila ia mengencangkan aku akan mengendurkannya hingga tak putus ikatannya.”
Indahnya ukhuwah...
Yang jauh makin mendekat.
Yang dekat semakin erat.
Hati pun makin terikat.
Indahnya kebersamaan ini mari kita jaga hingga akhir nanti.
Bahu membahu mengusung amanah untuk raih mulia di kehidupan abadi.
Semoga kekal di kehidupan tiada bertepi.
Wallahu musta'an
Oleh: Rochma Yulika
Ketika sy bangun pagi dan merenungkan Kunci Sukses Hidup :
Jendela kamar bilang : "Lihat dunia diluar !!!"
Langit - langit kamar berpesan :
"Bercita - citalah setinggi mungkin !!"
Jam dinding berkata : "Tiap detik itu berharga !!!"
Cermin menasehati : "Berkacalah sebelum bertindak !"
Kalendar berbisik : "Jangan menunda sampai besok !"
Pintu berteriak : "Dorong yang keras, pergi & berusahalah !"
TAPI ....... tiba-tiba ...
Lantai berbisik :
"BERLUTUT dan BERDOALAH karena kunci kesuksesan kita perlu dimulai dengan DOA...."
Kita belajar.... bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah SWT mengijinkan kita melalui derita.
Tetapi kita tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu kita perlu belajar menikmati hidup dengan bersyukur.
Kita belajar .... bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan rencana kita.
Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan, sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan ikhlas.
Kita belajar .... bahwa tidak ada kejadian yang perlu disesali &
ditangisi, karena semua rancanganNYA yang akan indah pada
waktunya.
Ketika "Kaki" sudah tak kuat berdiri...
"BERLUTUTLAH".
Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam...
"LIPATLAH"
Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan...
"MENUNDUKLAH"
Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan... "MENANGISLAH.
Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi... "BERDOALAH"
Karena di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga..
Di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas..
Di sekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir.
Lebih dari itu, di dalam dirimu ada Allah SWT yang selalu menyertaimu..
Kasih sayang Allah SWT pada kita seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir.....
Jendela kamar bilang : "Lihat dunia diluar !!!"
Langit - langit kamar berpesan :
"Bercita - citalah setinggi mungkin !!"
Jam dinding berkata : "Tiap detik itu berharga !!!"
Cermin menasehati : "Berkacalah sebelum bertindak !"
Kalendar berbisik : "Jangan menunda sampai besok !"
Pintu berteriak : "Dorong yang keras, pergi & berusahalah !"
TAPI ....... tiba-tiba ...
Lantai berbisik :
"BERLUTUT dan BERDOALAH karena kunci kesuksesan kita perlu dimulai dengan DOA...."
Kita belajar.... bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah SWT mengijinkan kita melalui derita.
Tetapi kita tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu kita perlu belajar menikmati hidup dengan bersyukur.
Kita belajar .... bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan rencana kita.
Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan, sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan ikhlas.
Kita belajar .... bahwa tidak ada kejadian yang perlu disesali &
ditangisi, karena semua rancanganNYA yang akan indah pada
waktunya.
Ketika "Kaki" sudah tak kuat berdiri...
"BERLUTUTLAH".
Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam...
"LIPATLAH"
Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan...
"MENUNDUKLAH"
Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan... "MENANGISLAH.
Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi... "BERDOALAH"
Karena di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga..
Di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas..
Di sekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir.
Lebih dari itu, di dalam dirimu ada Allah SWT yang selalu menyertaimu..
Kasih sayang Allah SWT pada kita seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir.....
On 18:54 by Unknown in Kontemplasi Diri No comments
Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. “Sayang… bangun… saatnya shalat.” Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.
Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu sang suami melangkah kemasjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.
Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang…kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”
Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”
Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di kantin kantorku, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”
Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.
Romantis itu…
Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai. Bertemu saling mendoakan. Tangan dicium, pipi dikecup bergantian.
Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang.Romantis itu…Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menu sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.
Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung jawab mencetak generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.
Romantis itu…
Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau aktifitas dakwah. Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya...
Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu sang suami melangkah kemasjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.
Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang…kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”
Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”
Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di kantin kantorku, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”
Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.
Romantis itu…
Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai. Bertemu saling mendoakan. Tangan dicium, pipi dikecup bergantian.
Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang.Romantis itu…Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menu sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.
Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung jawab mencetak generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.
Romantis itu…
Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau aktifitas dakwah. Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya...
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembałi
Saat buah hatimu terus membuntuti
Dan tak ingin engkau pergi
Sementara tumpukan piring kotor menanti untuk dicuci
Percayalah... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika buah hatimu ditahan di tangan kiri
Karena menangis tak mau ditinggal sendiri
Sementara tangan kananmu memegang kuali
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau sibuk penuhi kebutuhan asi
Berbaring memeluk diatas dipan yang tak pernah rapi
Sementara buah hati lainnya berteriak dari kamar mandi
Meminta bantuanmu untuk bersuci
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau tak bisa membaca dengan penuh konsentrasi
Karena tangan kecil menarik memintamu menemani
bermain masak-masakan atau kereta api
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Pakaian kotor yang menggunung menantimu membilas kembali
yang diwarnai beragam noda hasil kreasi
Sementara kesibukan menyusui
Membuatmu sulit sekedar untuk nyalakan mesin cuci
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika meja makan selalu dihiasi
Tumpahan susu dan remahan roti
Atau nasi yang berserak setiap hari
Sementara semut terlanjur menghampiri
Sebelum sempat kau bersihkan kembali
Percayalah..... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika menyusul si kecil yang kabur berlari
Menyusuri jalan keluar dari garasi
Sementara masakanmu menghitam dibakar api
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Alas kasur yang khas berbau air seni
Buka tutup popok yang diganti berkali-kali
Sementara hujan terus menerus membasahi
Kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika satu persatu merantau pergi
Jalani masa depan membentuk jati diri
Dan ketika kelak mereka menjadi suami atau istri
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan hiasi masa ini dengan amarahmu yang akan terekam dalam memori
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan lewati masa ini dengan luapan emosi
Yang kelak hanya dapat kau sesali
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan biarkan sosok lain menempati posisi yang lebih berarti
Karena dimasa ini engkau lewati dengan kesibukan diri sendiri
Percayalah.... masa-masa seperti ini akan berganti sebentar lagi
Dengan kerepotan yang lebih banyak pada urusan pikiran dan hati
Saat buah hatimu terus membuntuti
Dan tak ingin engkau pergi
Sementara tumpukan piring kotor menanti untuk dicuci
Percayalah... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika buah hatimu ditahan di tangan kiri
Karena menangis tak mau ditinggal sendiri
Sementara tangan kananmu memegang kuali
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau sibuk penuhi kebutuhan asi
Berbaring memeluk diatas dipan yang tak pernah rapi
Sementara buah hati lainnya berteriak dari kamar mandi
Meminta bantuanmu untuk bersuci
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau tak bisa membaca dengan penuh konsentrasi
Karena tangan kecil menarik memintamu menemani
bermain masak-masakan atau kereta api
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Pakaian kotor yang menggunung menantimu membilas kembali
yang diwarnai beragam noda hasil kreasi
Sementara kesibukan menyusui
Membuatmu sulit sekedar untuk nyalakan mesin cuci
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika meja makan selalu dihiasi
Tumpahan susu dan remahan roti
Atau nasi yang berserak setiap hari
Sementara semut terlanjur menghampiri
Sebelum sempat kau bersihkan kembali
Percayalah..... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika menyusul si kecil yang kabur berlari
Menyusuri jalan keluar dari garasi
Sementara masakanmu menghitam dibakar api
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Alas kasur yang khas berbau air seni
Buka tutup popok yang diganti berkali-kali
Sementara hujan terus menerus membasahi
Kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika satu persatu merantau pergi
Jalani masa depan membentuk jati diri
Dan ketika kelak mereka menjadi suami atau istri
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan hiasi masa ini dengan amarahmu yang akan terekam dalam memori
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan lewati masa ini dengan luapan emosi
Yang kelak hanya dapat kau sesali
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan biarkan sosok lain menempati posisi yang lebih berarti
Karena dimasa ini engkau lewati dengan kesibukan diri sendiri
Percayalah.... masa-masa seperti ini akan berganti sebentar lagi
Dengan kerepotan yang lebih banyak pada urusan pikiran dan hati
On 18:51 by Unknown in Kontemplasi Diri 1 comment
Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut,
"Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan hanya tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus" kata Kyai.
"Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan hanya tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus" kata Kyai.
"Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?"
"Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari" jawab Kyai.
Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyainya tersebut. Hari pertama sang santri bertemu dengan si Polan, pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, "Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus".
Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya, "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah SWT memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah. Dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Su'ul Khotimah, bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya".
Hari kedua, santri berjalan-jalan keluar rumah dan bertemu dengan seekor anjing yang menjijikkan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dan sebagainya. Santri bergumam, "Ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi" Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya.
Waktu akan tidur sehabis 'Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat. Kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka. Aku tidak lebih baik dari anjing itu".
Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Apakah engkau sudah mendapatkan jawabannya muridku ?".
"Sudah guru", santri menjawab. "Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru".
Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus".
***
Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian, maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang lain yang sama-sama ciptaan Allah SWT.
Jika Al Quran hidup dalam hati, maka akan hadir pribadi yang jauh dari rasa benci.
Jika Al Quran tertanam dalam jiwa, maka akan hadir sosok penuh cinta.
Jika Al Quran terpatri dalam diri, maka tak kan hadir orang-orang yang saling menyakiti.
Pribadi santun lantaran hidupnya tertuntun.
Pribadi bersahaja lantaran hidupnya sarat dengan makna.
Bukan pribadi yang penuh angkara.
Bukan pula pribadi yang mudah terpedaya oleh dunia.
Jika Al Quran tertanam dalam jiwa, maka akan hadir sosok penuh cinta.
Jika Al Quran terpatri dalam diri, maka tak kan hadir orang-orang yang saling menyakiti.
Pribadi santun lantaran hidupnya tertuntun.
Pribadi bersahaja lantaran hidupnya sarat dengan makna.
Bukan pribadi yang penuh angkara.
Bukan pula pribadi yang mudah terpedaya oleh dunia.
Ibnu Mas'ud berkata,"Sesungguhnya pengemban Al Quran hendaknya dikenali (dengan sholatnya) pada waktu malamnya saat orang-orang sedang tidur, (dengan puasanya) pada siang hari saat orang-orang sedang makan, dengan sedihnya saat orang-orang bergembira ria, dengan tangisnya saat orang tertawa, dengan diamnya saat orang-orang berbicara dan dengan khusyu'nya saat orang-orang angkuh."
Oleh: Rochma Yulika
Salam MANTAB MULIA, Bermanfaat, Bermartabat, Mulia ...!!!
Sahabat ODOJku, Sadarlah ...!!!
Sadarlah bahwa Allah menciptakanmu sebagai makhluk yang paling mulia
Sadarlah bahwa Allah menciptakanmu bukan tanpa maksud dan tujuan
Sadarlah bahwa dibalik penciptaanmu ada tugas besar yang dibebankan kepada dirimu
Tugas sebagai "Khalifah fil Ardhi", tugas sebagai pemimpin di muka bumi
Sebagai pemimpin, engkau harus menjadikan dirimu Mulia
Mulia dihadapan manusia, Mulia pula di hadapan Allah SWT
Dan sadarlah bahwa Kemuliaan itu tidak semata-mata berasal dari dalam dirimu melainkan lebih karena berasal dari sedikit kemuliaan Allah yang dipercayakan kepadamu
Kesadaran akan kemuliaan penciptaan atas dirimu, akan mampu menampilkan kebenaran sesungguhnya bahwa Allahlah yang menjadi sumber dari segala sumber kehidupan
Dengan menjadikan dirimu Mulia, akan pula menjadikan dirimu menjadi pribadi yang benar dan sebenar-benarnya pribadi
Karena hanya pribadi yang benarlah yang akan mendapat rahmat, ampunan, dan berbagai kenikmatan dari Allah SWT.
Meniti dan berkarirlah dijalan kebenaran, karena dengan itu manandakan dirimu berada dijalan yang benar
Pribadi-pribadi yang meniti dan berkarir dijalan kebenaran, maka merekalah sesungguhnya pribadi-pribadi yang berbahagia
Berbahagialah dijalan kebenaran, nikmati, dan syukuri karena dengan itu pertanda besar bahwa kemuliaan Allah telah diperuntukkan bagi dirimu.
Salam FULL Semangat ... !!!
Sahabat ODOJku, Sadarlah ...!!!
Sadarlah bahwa Allah menciptakanmu sebagai makhluk yang paling mulia
Sadarlah bahwa Allah menciptakanmu bukan tanpa maksud dan tujuan
Sadarlah bahwa dibalik penciptaanmu ada tugas besar yang dibebankan kepada dirimu
Tugas sebagai "Khalifah fil Ardhi", tugas sebagai pemimpin di muka bumi
Sebagai pemimpin, engkau harus menjadikan dirimu Mulia
Mulia dihadapan manusia, Mulia pula di hadapan Allah SWT
Dan sadarlah bahwa Kemuliaan itu tidak semata-mata berasal dari dalam dirimu melainkan lebih karena berasal dari sedikit kemuliaan Allah yang dipercayakan kepadamu
Kesadaran akan kemuliaan penciptaan atas dirimu, akan mampu menampilkan kebenaran sesungguhnya bahwa Allahlah yang menjadi sumber dari segala sumber kehidupan
Dengan menjadikan dirimu Mulia, akan pula menjadikan dirimu menjadi pribadi yang benar dan sebenar-benarnya pribadi
Karena hanya pribadi yang benarlah yang akan mendapat rahmat, ampunan, dan berbagai kenikmatan dari Allah SWT.
Meniti dan berkarirlah dijalan kebenaran, karena dengan itu manandakan dirimu berada dijalan yang benar
Pribadi-pribadi yang meniti dan berkarir dijalan kebenaran, maka merekalah sesungguhnya pribadi-pribadi yang berbahagia
Berbahagialah dijalan kebenaran, nikmati, dan syukuri karena dengan itu pertanda besar bahwa kemuliaan Allah telah diperuntukkan bagi dirimu.
Salam FULL Semangat ... !!!
Saudara syurgaku...
Bagaimana tilawah dan qiyamulail diri selepas Ramadhan, adakah lidah-lidah tetap basah dengan lafadz-lafadz cinta-Nya. Ataukah kini lidah kelu dan tak sempat pada qalbpun terlintas untuk menggenggam, mendekap himpunan ayat-ayat cinta-Nya. Dan kaki-kaki masihkah tegap berdiri pada malam pekat.
Rabbana...
Mungkin karena begitu banyak kata-kata tak pantas yang diri ucapkan saat berjumpa dengan keluarga besar, hingga kini... kelu lidah tak mampu bertilawah Quran sebagaimana waktu silam.
Mungkin karena betapa banyak kemaksiatan selepas Ramadhan sehingga kini sulit bagi diri untuk mengerjakan qiyamullail dan bermunajat pada Rabb.
Saudara syurgaku...
Ahmad bin Abil Hawari pernah menuturkan kepada Abu Sulaiman Ad-Darani, “Tadi malam aku tidak mengerjakan Shalat Witir, aku tidak mengerjakan dua rakaat sunnah fajar. Aku juga tidak melaksanakan Shalat Subuh berjamaah”
Abu Sulaiman Ad-Darani menyatakan, “Itu terjadi karena perbuatanmu sendiri. Allah tidak berbuat zhalim kepada hamba-Nya. Engkau telah tertimpa syahwat. Tidaklah seseorang tertinggal melaksanakan Shalat Berjamaah, kecuali karena dosa-dosa yang ia lakukan.”
Ahh...
Sungguh luar biasa generasi ulama terdahulu. Karena sedikit berbuat alpa, maka mereka mengetahui darimana syaithan masuk ke dalam diri mereka.
Sementara diri ini terlalu banyak alpa sehingga syaithan masuk dari pelbagai pintu-pintu alpa.
Al-Auza'i berkata; "Aku mendengar Bilal bin Sa'ad berkata, ' Banyak sekali orang yang bergembira, padahal dia tertipu, dia makan, minum, dan tertawa, sedangkan Allah telah menetapkannya sebagai bahan bakar api neraka.' "
[Teladan Hidup Orang-orang Pilihan, Pustaka Ibnu Katsir]
Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".
[QS Yunus : 108]
Sungguhkah diri tak rindu syahdunya tilawah Quran, menghurai satu persatu ayat-ayat cinta-Nya.
Sungguhkah diri tak rindu nyamannya bermunajah, menangis, menatap kelemahlembutan dan kebesaran-Nya.
Ataukah qalb diri yang tengah membatu, kelam dan gulita sehingga sinaran iman meredup tergerus meletupnya syahwat dan maksiat diri selepas Ramadhan dengan tabir merayakan fitri.
Rabbana...
Jika qalb kami mengeras... mohon lembutkanlah.
Jika ternyata qalb kami telah hitam, membatu... mohon anugerahkan kepada kami qalb baru, yang lembut, yang mudah menerima dan menyimpan sinaran cahaya-Mu.
#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah
Oleh : Ummu Adib
Bagaimana tilawah dan qiyamulail diri selepas Ramadhan, adakah lidah-lidah tetap basah dengan lafadz-lafadz cinta-Nya. Ataukah kini lidah kelu dan tak sempat pada qalbpun terlintas untuk menggenggam, mendekap himpunan ayat-ayat cinta-Nya. Dan kaki-kaki masihkah tegap berdiri pada malam pekat.
Rabbana...
Mungkin karena begitu banyak kata-kata tak pantas yang diri ucapkan saat berjumpa dengan keluarga besar, hingga kini... kelu lidah tak mampu bertilawah Quran sebagaimana waktu silam.
Mungkin karena betapa banyak kemaksiatan selepas Ramadhan sehingga kini sulit bagi diri untuk mengerjakan qiyamullail dan bermunajat pada Rabb.
Saudara syurgaku...
Ahmad bin Abil Hawari pernah menuturkan kepada Abu Sulaiman Ad-Darani, “Tadi malam aku tidak mengerjakan Shalat Witir, aku tidak mengerjakan dua rakaat sunnah fajar. Aku juga tidak melaksanakan Shalat Subuh berjamaah”
Abu Sulaiman Ad-Darani menyatakan, “Itu terjadi karena perbuatanmu sendiri. Allah tidak berbuat zhalim kepada hamba-Nya. Engkau telah tertimpa syahwat. Tidaklah seseorang tertinggal melaksanakan Shalat Berjamaah, kecuali karena dosa-dosa yang ia lakukan.”
Ahh...
Sungguh luar biasa generasi ulama terdahulu. Karena sedikit berbuat alpa, maka mereka mengetahui darimana syaithan masuk ke dalam diri mereka.
Sementara diri ini terlalu banyak alpa sehingga syaithan masuk dari pelbagai pintu-pintu alpa.
Al-Auza'i berkata; "Aku mendengar Bilal bin Sa'ad berkata, ' Banyak sekali orang yang bergembira, padahal dia tertipu, dia makan, minum, dan tertawa, sedangkan Allah telah menetapkannya sebagai bahan bakar api neraka.' "
[Teladan Hidup Orang-orang Pilihan, Pustaka Ibnu Katsir]
Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".
[QS Yunus : 108]
Sungguhkah diri tak rindu syahdunya tilawah Quran, menghurai satu persatu ayat-ayat cinta-Nya.
Sungguhkah diri tak rindu nyamannya bermunajah, menangis, menatap kelemahlembutan dan kebesaran-Nya.
Ataukah qalb diri yang tengah membatu, kelam dan gulita sehingga sinaran iman meredup tergerus meletupnya syahwat dan maksiat diri selepas Ramadhan dengan tabir merayakan fitri.
Rabbana...
Jika qalb kami mengeras... mohon lembutkanlah.
Jika ternyata qalb kami telah hitam, membatu... mohon anugerahkan kepada kami qalb baru, yang lembut, yang mudah menerima dan menyimpan sinaran cahaya-Mu.
#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah
Oleh : Ummu Adib
Assalamu'alaikum, Saudara-saudara hebat semua...
Semangat pagi di Hari Rabu yang Seru.
Kalimat indah dari AS SYAIKH Dr. 'Aidh Al-Qarni
Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi.
Juga tidak bisa menggariskan masa depan.
Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan, atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.
Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah .
Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang. Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.
Taufik hanya dari Allah swt. Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.
Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali. Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.
Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana...
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh.. Atau karena ditinggal orang tercinta. Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat. Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya
Allahumma Aamin
Semangat pagi di Hari Rabu yang Seru.
Kalimat indah dari AS SYAIKH Dr. 'Aidh Al-Qarni
Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi.
Juga tidak bisa menggariskan masa depan.
Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan, atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.
Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah .
Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang. Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.
Taufik hanya dari Allah swt. Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.
Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali. Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.
Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana...
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh.. Atau karena ditinggal orang tercinta. Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat. Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya
Allahumma Aamin
Peribahasa "Bagaikan Katak Dalam Tempurung" mungkin sudah sangat familiar di telinga kita semua, yang berarti seseorang yang wawasannya kurang luas, bodoh, picik. Atau orang seperti ini penglihatannya tidak luas, luasnya bagaikan luas tempurung.
Nah, bagaimana jika "Bagaikan Kutu Dalam Tempurung"? jika katak mungkin luasnya penglihatan masih bisa diukur dan diketahui, namun jika kutu didalam tempurung akan susah diketahui karena seolah - olah berfikir jauh namun ternyata masih disitu - situ aja.
begitu juga kita memaknai perjalanan dakwah di kampus yang dilakukan. Kita sering terjebak dengan romantisme sejarah dakwah kampus dari masa ke masa. Namun adakalanya kita seperti melupakan begitu saja sejarah yang terjadi di ranah dakwah kampus.
Kita jarang menganalisa, jarang mengkaji, jarang mengevaluasi dan jarang berfikir kreatif, padahal hampir semua mengatakan bahwa fase dakwah 2000-an beda dengan sekarang namun masih saja menggunakan pola 2000-an.
Sedikit sekali melihat inovasi dalam menyelenggarakan kegiatan - kegiatan yang dapat menarik minat mahasiswa yang sekarang ini fokus pada akademisnya.
Jarang melihat sejarah terkadang membuat kita seperti "kerbau dicucuk hidungnya" hanya manut dengan mengeluarkan statement legendaris "Kepengurusan tahun lalu juga seperti ini". Padahal kita sama sekali tidak mengkaji kenapa program itu ada, bagaimana keberhasilan programnya, dan apakah tahun berikutnya harus ada. BUDAYA KRITIS ITU HILANG
Contoh sederhana adalah bagaimana membaca sebuah LPJ yang setiap tahun disampaikan dalam kepengurusan. Sangat sulit ditemukan adanya aktivis yang membaca 3 periode LPJ untuk mengetahui perkembangan yang terjadi setiap tahunnya, apakah bidang A sukses atau stagnan, atau malah mundur kebelakang.
Semoga tulisan sederhana ini bisa memnatik daya kritis dan ilmiah para aktivis di kampus...
Selamat berkarya... (^_^)
On 20:49 by Unknown in Kontemplasi Diri No comments
Bagi yang sering jual beli gadget di pesbuk pasti biasa kan denger yang namanya TL atau tukar loss,, atau yang biasa dikenal dengan barter gadget yang seimbang atau yang harganya sama atau deket lah.
Nah, ada ngga yang mau menukarkan android 2 jutaan dengan nokia 3315 yang hanya bisa SMS dan nelpon? Pastinya ngga kan jawabannya, dengan alasan ngga seimbang, ngga mau atau alasan lainnya pasti semua akan menolak.
Nah, jika untuk gadget yang ngga seberapa aja, kita menolak untuk menukarnya dengan sesuatu yang harganya lebih murah. Trus ngga mungkin kan surga bisa kita tukar dengan harga yang murah.
Ngimpinya masuk surga tapi shalat 5 waktu malas atau jarang dikerjain, baca quran kalah saingan sama baca status sosmed, shalat malam apalagi pasti capcus ama tidur ileran, sedekahnya seribuan tapi ngemallnya ratusan ribu. Yaa, ngga mungkin lah...
Trus sukanya mengkritik kerja kerja kebaikan tapi diri sendiri malas abis kalo melakukan kebaikan, sukanya diem aja hidup di dunia maya.
So, coba deh lihat gimana shahabat nabi maupun para shalafusshalih, ibadahnya joss, amal kebaikannya luar biasa, maka wajar jika mereka bermimpi masuk surga, dan bahkan sebagian sahabat Rasul sudah dijamin masuk surga.
Tapi kan ada shahabat yang masuk surga karena suka menjaga wudhu seperti Bilal bin Rabah... Hello.... ente kagak sadar kalo Bilal itu ibadahnya joss, tauhidnya oke walau disiksa dan segala macam lainnya. Menjaga wudhu adalah keutamaan khas dari shahabat Bilal yang berbeda dari ke khas an shahabat Rasul yang lain...
Come on guys, mau TL surga? plis deh coba baca, renungkan dan amalkan isi dari salah satu surah yang ada dalam Alquran yakni QS. Al-Mu'minuun : 1-11.
Good luck and mari kita berfastabiqul khairat (^_^)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Search
Artikel terbaru
Top 5 Postingan
-
Berbicara mentoring pastinya tak lepas dari tujuan dan sasaran yang akan dicapai. Pentingnya pemahaman para mentor akan tujuan dan sasaran...
-
Saudara syurgaku... Bagaimana tilawah dan qiyamulail diri selepas Ramadhan, adakah lidah-lidah tetap basah dengan lafadz-lafadz cinta-Nya....
-
Serial pemuda multi talenan dibuka dengan talent pertama yang sering kita temui di sekolah ataupun di kampus. Biasanya si doi adalah orang...
-
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku t...
-
Kita mengenal dalam da’wah ada yang tergolong ke dalam da’wah umum (publik) yang dilakukan dalam bentuk penyebaran Islam melalui buku, maj...
-
Banyak info yang kami dengar... Bahwa banyak diantara pejuang quran undur diri.. Entah mengapa?? Apakah sudah lupa akan kehidupan surga y...
-
Salam MANTAB MULIA, Bermanfaat, Bermartabat, Mulia ...!!! Sahabat ODOJku, Sadarlah ...!!! Sadarlah bahwa Allah menciptakanmu sebagai mak...
-
Hari ini tampak kegembiraan di masyarakat tatkala meyaksikan perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 70 tahun kemerdeka...
-
Bagi yang sering jual beli gadget di pesbuk pasti biasa kan denger yang namanya TL atau tukar loss,, atau yang biasa dikenal dengan bart...
-
Indonesia memang menjadi pasar paling potensial untuk meraih keuntungan pribadi walau dengan menghancurkan moral generasi mudanya. Mu...
Kategori
- Celotehan Ngasal ( 5 )
- Dakwah Kampus ( 1 )
- F4 ODOJ ( 10 )
- Kontemplasi Diri ( 13 )
- mentoring ( 3 )
- Serial Pemuda Multi Talenan ( 2 )
