tempat nongkrong sederhana AKTIVIS KOFI DARAT

Showing posts with label F4 ODOJ. Show all posts
Showing posts with label F4 ODOJ. Show all posts
On 20:00 by Unknown in ,    No comments
Inilah salah satu keberkahan yang saya dapatkan di pagi jum'at yang penuh dengan kebaikan ini. Sebuah taushiyah pembakar semangat dikirimkan oleh sahabat seperjuangan. Gus Yus nama panggilannya.

Berikut isi dari taushiyah dari beliau 

Wahai pemuda..
Sesungguhnya sebuah pemikiran yang akan meraih sukses adalah:
  • Pemikiran yang diyakini dengan keimanan yang kuat,
  • Terbentang keikhlasan dijalannya,
  • Bersemangat untuk memperjuangkannya, dan
  • Siap berkorban untuk mewujudkannya.
Keempat inilah energi kemenangan yang asasi; Iman, Keikhlasan, Semangat, & Amal sebagai karakter pemuda. 

Sesungguhnya,
  • Dasar keimanan adalah hati yang cerdas
  • Asas keikhlasan adalah nurani yang jernih
  • Fondasi semangat adalah perasaan yang menggelora
  • Pijakan amal adalah kemauan yg kuat.
Dan itu tidak terdapat kecuali dlm diri para pemuda.

(Dari Risalah Ilasy-Syabaab "Seruan Untuk Pemuda", yang ditulis Imam Hasan Al-Banna pada tahun 1936 M)

Engkau pemuda..?
Bangkitlah, bersegera, dan terus bersemangatlah.. 

#SemangatKemerdekaan 👍
#Merdeka 💪
#AllahuAkbar ✊
On 19:02 by Unknown in ,    No comments
Banyak info yang kami dengar... Bahwa banyak diantara pejuang quran undur diri.. Entah mengapa??

Apakah sudah lupa akan kehidupan surga yang tak berkesudahan lantaran merasakan semakin banyak amanah serasa menyesakkan...

Sibuk????

Berbahagialah bagi sesiapa yg disibukkan dalam kebaikan lantaran jk tidak kita akan disibukkan dg keburukan.

Lelah....???

Imam ahmad pun menyampaikan bahwa rehatnya para pejuang agama ini nanti di surga

Sebuah tulisan indah dari Rochma Yulika yang perlu jadi renungan kita bersama.....

Sahabat Surgaku....
Lelah itu membahagiakan bila kita berada di jalan kebajikan
Lelah itu membahagiakan bila kita berada di jalan kebenaran
Dan lelah itu membahagiakan bila kita melangkah bersama org2 yg beriman

Sabahat Surgaku...
Lelah itu indah bila kita berlelah di jalan dakwah
Lelah itu berkah bila kita berlelah tuk raih syahidah
Dan lelah itu ibadah bila kita berlelah tuk raih jannah.

Sahabat Surgaku...
Ikhlaskan diri LELAH mengembah AMANAH
Jangan biarkan ada celah SETAN untuk menjamah
Perjalanan hidup tak akan pernah lepas dari aral dan FITNAH
Maka siapkan diri jangan sampai LENGAH
Tetapkan hati untuk sentiasa ISTIQAMAH
Meski kadang GUNDAH jangan PANTANG MENYERAH
Hanya pada ALLAH kita berserah
Yakinlah pasti kan dapat meraih JANNAH
On 18:59 by Unknown in ,    No comments
Ibnu Abbas ra menasihati kepada kita,"Mengunyah garam dalam sebuah jama'ah masih lebih baik dari pada memakan puding dalam perpecahan."

"Sungguh tiap mukmin itu bersaudara."

Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman.
Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh.
Saat salam terasa menyakitkan,  saat kebersamaan serasa siksaan.
Saat kebaikan justru melukai.
Sesungguhnya yg rusak bukanlah ukhuwah. Tapi iman-iman kita sedang sakit.

Mari kita waspadai jebakan setan hingga melemahkan keimanan.
Hingga menghancurkan persaudaraan.
Hingga merusak indahnya kebersamaan.
Hingga hadirnya perpecahan.

Mu'awiyah Ibnu Sufyan menasihati, "Meski yang menghubungkanku dengan orang lain hanya seutas benang, maka akan kujaga jalinannya. Bila ia mengendurkan aku akan mengencangkan, dan bila ia mengencangkan aku akan mengendurkannya hingga tak putus ikatannya.”

Indahnya ukhuwah...
Yang jauh makin mendekat.
Yang dekat semakin erat.
Hati pun makin terikat.

Indahnya kebersamaan ini mari kita jaga hingga akhir nanti.
Bahu membahu mengusung amanah untuk raih mulia di kehidupan abadi.
Semoga kekal di kehidupan tiada bertepi.

Wallahu musta'an

Oleh: Rochma Yulika

On 18:56 by Unknown in ,    No comments
Ketika sy bangun pagi dan merenungkan Kunci Sukses Hidup :

Jendela kamar bilang : "Lihat dunia diluar !!!"

Langit - langit kamar berpesan :
"Bercita - citalah setinggi mungkin !!"

Jam dinding berkata : "Tiap detik itu berharga !!!"

Cermin menasehati : "Berkacalah sebelum bertindak !"

Kalendar berbisik : "Jangan menunda sampai besok !"

Pintu berteriak : "Dorong yang keras, pergi & berusahalah !"

TAPI ....... tiba-tiba ...

Lantai berbisik :
"BERLUTUT dan BERDOALAH karena kunci kesuksesan kita perlu dimulai dengan DOA...."

Kita belajar.... bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah SWT mengijinkan kita melalui derita.
Tetapi kita tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu kita perlu belajar menikmati hidup dengan bersyukur.

Kita belajar .... bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan rencana kita.
Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan, sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan ikhlas.

Kita belajar .... bahwa tidak ada kejadian yang perlu disesali &
ditangisi, karena semua rancanganNYA yang akan indah pada
waktunya.

Ketika "Kaki" sudah tak kuat berdiri...
"BERLUTUTLAH".

Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam...
"LIPATLAH"

Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan...
"MENUNDUKLAH"

Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan... "MENANGISLAH.

Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi... "BERDOALAH"

Karena di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga..

Di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas..

Di sekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir.

Lebih dari itu, di dalam dirimu ada Allah SWT yang selalu menyertaimu..

Kasih sayang Allah SWT pada kita seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir..... 
On 18:53 by Unknown in ,    No comments
Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembałi
Saat buah hatimu terus membuntuti
Dan tak ingin engkau pergi
Sementara tumpukan piring kotor menanti untuk dicuci

Percayalah... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika buah hatimu ditahan di tangan kiri
Karena menangis tak mau ditinggal sendiri
Sementara tangan kananmu memegang kuali

Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau sibuk penuhi kebutuhan asi
Berbaring memeluk diatas dipan yang tak pernah rapi
Sementara buah hati lainnya berteriak dari kamar mandi
Meminta bantuanmu untuk bersuci

Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika kau tak bisa membaca dengan penuh konsentrasi
Karena tangan kecil menarik memintamu menemani
bermain masak-masakan atau kereta api

Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Pakaian kotor yang menggunung menantimu membilas kembali
yang diwarnai beragam noda hasil kreasi
Sementara kesibukan menyusui
Membuatmu sulit sekedar untuk nyalakan mesin cuci

Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika meja makan selalu dihiasi
Tumpahan susu dan remahan roti
Atau nasi yang berserak setiap hari
Sementara semut terlanjur menghampiri
Sebelum sempat kau bersihkan kembali

Percayalah..... kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika menyusul si kecil yang kabur berlari
Menyusuri jalan keluar dari garasi
Sementara masakanmu menghitam dibakar api

Percayalah.... kelak engkau akan merindukan kembali
Alas kasur yang khas berbau air seni
Buka tutup popok yang diganti berkali-kali
Sementara hujan terus menerus membasahi

Kelak engkau akan merindukan kembali
Ketika satu persatu merantau pergi
Jalani masa depan membentuk jati diri
Dan ketika kelak mereka menjadi suami atau istri

Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan hiasi masa ini dengan amarahmu yang akan terekam dalam memori
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan lewati masa ini dengan luapan emosi
Yang kelak hanya dapat kau sesali
Karena kelak engkau akan merindukan kembali
Jangan biarkan sosok lain menempati posisi yang lebih berarti
Karena dimasa ini engkau lewati dengan kesibukan diri sendiri

Percayalah.... masa-masa seperti ini akan berganti sebentar lagi
Dengan kerepotan yang lebih banyak pada urusan pikiran dan hati
On 18:48 by Unknown in ,    No comments
Jika Al Quran hidup dalam hati,  maka akan hadir pribadi yang jauh dari rasa benci.
Jika Al Quran tertanam dalam jiwa, maka akan hadir sosok penuh cinta.
Jika Al Quran terpatri dalam diri, maka tak kan hadir orang-orang yang saling menyakiti.

Pribadi santun lantaran hidupnya tertuntun.
Pribadi bersahaja lantaran hidupnya sarat dengan makna.
Bukan pribadi yang penuh angkara.
Bukan pula pribadi yang mudah terpedaya oleh dunia.

Ibnu Mas'ud berkata,"Sesungguhnya pengemban Al Quran hendaknya dikenali (dengan sholatnya) pada waktu malamnya saat orang-orang sedang tidur, (dengan puasanya) pada siang hari saat orang-orang sedang makan, dengan sedihnya saat orang-orang bergembira ria, dengan tangisnya saat orang tertawa, dengan diamnya saat orang-orang berbicara dan dengan khusyu'nya saat orang-orang angkuh."

Oleh: Rochma Yulika

On 18:47 by Unknown in ,    No comments
Salam MANTAB MULIA, Bermanfaat, Bermartabat, Mulia ...!!!

Sahabat ODOJku, Sadarlah ...!!!
Sadarlah bahwa Allah menciptakanmu sebagai makhluk yang paling mulia
Sadarlah bahwa Allah menciptakanmu bukan tanpa maksud dan tujuan
Sadarlah bahwa dibalik penciptaanmu ada tugas besar yang dibebankan kepada dirimu
Tugas sebagai "Khalifah fil Ardhi", tugas sebagai pemimpin di muka bumi

Sebagai pemimpin, engkau harus menjadikan dirimu Mulia
Mulia dihadapan manusia, Mulia pula di hadapan Allah SWT
Dan sadarlah bahwa Kemuliaan itu tidak semata-mata berasal dari dalam dirimu melainkan lebih karena berasal dari sedikit kemuliaan Allah yang dipercayakan kepadamu

Kesadaran akan kemuliaan penciptaan atas dirimu, akan mampu menampilkan kebenaran sesungguhnya bahwa Allahlah yang menjadi sumber dari segala sumber kehidupan

Dengan menjadikan dirimu Mulia, akan pula menjadikan dirimu menjadi pribadi yang benar dan sebenar-benarnya pribadi
Karena hanya pribadi yang benarlah yang akan mendapat rahmat, ampunan, dan berbagai kenikmatan dari Allah SWT.

Meniti dan berkarirlah dijalan kebenaran, karena dengan itu manandakan dirimu berada dijalan yang benar
Pribadi-pribadi yang meniti dan berkarir dijalan kebenaran, maka merekalah sesungguhnya pribadi-pribadi yang berbahagia

Berbahagialah dijalan kebenaran, nikmati, dan syukuri karena dengan itu pertanda besar bahwa kemuliaan Allah telah diperuntukkan bagi dirimu.

Salam FULL Semangat ... !!!
On 18:41 by Unknown in ,    1 comment
Saudara syurgaku...
Bagaimana tilawah dan qiyamulail diri selepas Ramadhan, adakah lidah-lidah tetap basah dengan lafadz-lafadz cinta-Nya. Ataukah kini lidah kelu dan tak sempat pada qalbpun terlintas untuk menggenggam, mendekap himpunan ayat-ayat cinta-Nya. Dan kaki-kaki masihkah tegap berdiri pada malam pekat.

Rabbana...
Mungkin karena begitu banyak kata-kata tak pantas yang diri ucapkan saat berjumpa dengan keluarga besar, hingga kini... kelu lidah tak mampu bertilawah Quran sebagaimana waktu silam.

Mungkin karena betapa banyak kemaksiatan selepas Ramadhan sehingga kini sulit bagi diri untuk mengerjakan qiyamullail dan bermunajat pada Rabb.

Saudara syurgaku...
Ahmad bin Abil Hawari pernah menuturkan kepada Abu Sulaiman Ad-Darani, “Tadi malam aku tidak mengerjakan Shalat Witir, aku tidak mengerjakan dua rakaat sunnah fajar. Aku juga tidak melaksanakan Shalat Subuh berjamaah”

Abu Sulaiman Ad-Darani menyatakan, “Itu terjadi karena perbuatanmu sendiri. Allah tidak berbuat zhalim kepada hamba-Nya. Engkau telah tertimpa syahwat. Tidaklah seseorang tertinggal melaksanakan Shalat Berjamaah, kecuali karena dosa-dosa yang ia lakukan.”

Ahh...
Sungguh luar biasa generasi ulama terdahulu. Karena sedikit berbuat alpa, maka mereka mengetahui darimana syaithan masuk ke dalam diri mereka.

Sementara diri ini terlalu banyak alpa sehingga syaithan masuk dari pelbagai pintu-pintu alpa.

Al-Auza'i berkata; "Aku mendengar Bilal bin Sa'ad berkata, ' Banyak sekali orang yang bergembira, padahal dia tertipu, dia makan, minum, dan tertawa, sedangkan Allah telah menetapkannya sebagai bahan bakar api neraka.' "
[Teladan Hidup Orang-orang Pilihan, Pustaka Ibnu Katsir]

Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".
[QS Yunus : 108]

Sungguhkah diri tak rindu syahdunya tilawah Quran, menghurai satu persatu ayat-ayat cinta-Nya.

Sungguhkah diri tak rindu nyamannya bermunajah, menangis, menatap kelemahlembutan dan kebesaran-Nya.

Ataukah qalb diri yang tengah membatu, kelam dan gulita sehingga sinaran iman meredup tergerus meletupnya syahwat dan maksiat diri selepas Ramadhan dengan tabir merayakan fitri.

Rabbana...
Jika qalb kami mengeras... mohon lembutkanlah.
Jika ternyata qalb kami telah hitam, membatu... mohon anugerahkan kepada kami qalb baru, yang lembut, yang mudah menerima dan menyimpan sinaran cahaya-Mu.


#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah

Oleh : Ummu Adib
On 18:37 by Unknown in ,    No comments
Assalamu'alaikum, Saudara-saudara hebat semua...
Semangat pagi di Hari Rabu yang Seru.

Kalimat indah dari AS SYAIKH Dr. 'Aidh Al-Qarni

Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi.

Juga tidak bisa menggariskan masa depan.

Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan, atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.

Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah .

Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang. Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.

Tetapi, Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.

Taufik hanya dari Allah swt. Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali. Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana...

Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh.. Atau karena ditinggal orang tercinta. Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat. Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.

Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya

Allahumma Aamin
On 18:29 by Unknown in    No comments
Apa kabar wahai para pencinta Qur’an ?
Bagaimana semangat anda hari ini ?
Apakah anda masih bersemangat untuk kholas One Day One Juz ?
Ayo dijawab dulu dalam diri anda, tanyakan kembali, dan jawab dengan jujur.

Ternyata...
Dari awal bergabung dengan ODOJ sampai sekarang ada yang masih tetap semangat bahkan semakin bertambah semangatnya atau justru lebih banyak yang berkurang semangatnya, dan jangan-jangan telah hilang sama sekali semangatnya, betul ?

Disitu kadang saya merasa sedih...

Mengapa ini bisa terjadi ?

Ingat segala sesuatu dimulai dari niat. Adanya keinginan akan sesuatu maka menjadi niat atas apa yang akan dilakukan. Mari kita coba mengingat kembali apakah niat anda yang melatarbelakangi akhirnya memilih ikut bergabung dengan komunitas ODOJ ?
Dan apakah sesungguhnya tujuan anda bergabung dengan ODOJ ?

Ada yang mau bergabung karena ingin tahu apa sih itu ODOJ, mau coba-coba, biar bertambah teman, agar bisa silaturohim dengan banyak saudara seiman, virus ikut-ikutan, dia joint ane juga joint donk, gak mau ketinggalan, karena diajak dan berbagai alasan lainnya.

Dari sekian banyak alasan ada yang baik dan ada juga yang tidak. Niat yg baiknya pun masih urusan dunia, itu yang menyebabkan semangat tidak kuat dan mudah turun naik bahkan bisa hilang semangat.
Niat yang terbaik adalah karena Allah, dengan tujuan hanya mendapatkan rihdo Allah demi tujuan akhir Jannahnya Allah SWT.

Kalau sudah niat karena Allah maka semangat InsyaAllah akan terus terjaga,  nikmatnya tilawah Al-Qur'an pun akan sangat berasa membuat hati merasa tenang, tetapi ketika belum kholas maka hati terasa tak tenang seakan ada yg kurang, merasa ada suatu nikmat yang hilang.

Kalau sudah demikian...
Itu pertanda Tilawah Al Qur'an sudah menjadi kebutuhan hidup, kebutuhan jiwa, kebutuhan sebagai penyembuh, penenang dan pemberi syafa'at.

Abu Umamah Al Baahiliy berkata, aku mendengar RasuluLlah ﷺ bersabda, "Bacalah Al Quran, karena sesungguhnya ia (Al Quran) akan datang pada hari kiamat sebagai syafa'at (pemberi pertolongan) bagi pembacanya." (HR. Muslim)

Untuk itu mari sekarang kembali luruskan niat bergabung dengan ODOJ karena Allah Ta'ala.
Semoga mulai dari sekarang dan seterusnya anda akan selalu semangat untuk tilawah Al-Qur'an dan istiqomah bersama ODOJ. Aamiin Ya Allah.